Nama ku isni suryani aku ibu dari satu anak dan aku
istri dari salah satu laki – laki ciptaan allah yang di kirimkan kepada ku
untuk menuntun ku ke dalam surganya allah.
Aku menikah di umur ku 20 tahun dan itu pernikah
pertama ku dengan laki – laki yang tidak bertanggung jawab sebagai imam dalam
rumah tangga, 2 tahun aku rumah tangga dengannya sikapnya yang kasar kepada ku,
sifat amarahnya yang membuat ku tidak pernah nyaman terhadapnya, tingkah
lakunya yang sangat sombong membuat aku malu kepada warga sekitar dan hobinnya
bermain perempuan yang membuat ku menyerah dalam rumah tangga ini hingga dia tidak ada tanggung jawabnya sebagai laki
– laki justru aku lah yg memjadi tulang punggung untuk menghidupinya, sempat
aku sangat marah kepada allah swt tentang pernikahn pertama ku kenapa aku di
kasih laki – laki yang salah sehingga aku harus banting tulang sendri menafkahi
diri ku sendiri hingga pada waktunya aku hamil dan tetap lelaki itu tidak mau
bertanggung jawab atas kehamilan ku padahal aku dan dia sudah menjadi suami
istri, anak yang ku kandung di bilang anak selingkuhan olehnya hingga akhirnya
aku memutuskan untuk berpisah dengannya hingga aku melahirkan seorg anak tanpa
ayah, iya tanpa ayah mungkin ini salah satu cobaan allah untuk ku, aku sangat
sedih aku terpuruk hingga aku sangat membeci anak yang aku lahirkan, hari –
hari ku selalu terpuruk hingga akhirnya aku sadar bahwa aku harus bangkit dari
keterpurukan ini aku harus menjadi wanita yang hebat, waktu terus berjalan
hingga aku harus memeluk bidadari yang telah ku lahirkan aku sadar bahwa anak
itu tidak tau apa – apa hingga perlahan demi perlahan aku sangat menyayangi
anak ku, iya anak ku dia adalah anak ku nama anak ku adalah nakeisha maharani
bidadari cantik dengan kulit yang sangat putih dengan senyum yang sangat manis
dengan hidung pesek dan badannya yang sangat besar seperti anak – anak lainnya,
sentuhan tangannya membuat ku semnagat, suara tangisnya membuat aku bangkit
dari yang sudah terjadi hingga aku memutuskan untuk merubah didri ku memnjadi
lebih baik lagi dan aku menyimpan masa lalu ku yang sangat kelam hingga rapih.
8 bualan selepas aku
dari suami ku pertama ku aku bertemu dengan sosok laki – laki yang baik dan
perduli terhadap anak ku, dan sekarang dia menjadi suami ku, iya dia suami ku
laki – laki hebat setelah ayah, laki – laki yang sangat aku sayangi dan laki –
laki yang sangat aku banggakan, dia adalah suami ku sekali gus dia juga amnatan
pacar ku waktu aku sekolah menengah atas dan duduk di kelas 2 SMA, pertemuan ku
dengannya lewat sosial media 5 tahun lamanya aku dan dia tidak pernah bertemu
hingga akhirnya aku kembali bertemu dengannya dengan ke adaan ku yang sangat
berbeda iya berbeda aku bukan seorang perawan bahkan aku juga bukan wanita
sendiri tetapi aku wanita dengan satu anak aku seorang janda anak satu
sebaliknya pun dengan dirinya dia seorang laki – laki yang sudah menikah hingga
pernikahnya berakhir seperti ku bisa di bilang dia seorang duda tetapi tidak
mempunyai anak, pertemuan ke 2 ku di sosial media juga dengan kedaan kami yang
sama percis aku dan dia sama- sama jatuh di luabng yang sama tetapi kami bisa
melewatkanya dengan seiringnya waktu berjalan hingga kita memutuskan untuk
menjalin sebuah hubungan ke tingkat pertama iya tingkat pertama yaitu istpacaran,
sebenarnya aku takut untuk mengenal laki – laki lagi tetapi dia yang selalu
meyakinkan ku bahwa laki – laki tidak semua sama dan dia selalu berkata memang
kita sama laki – laki tetapi sikap dan sifat kita berbeda, hinggsa aku memberananikan
diri ku untuk mengenalnya kembali, laki – laki ini dulu pernah meninggalkan ku
tanpa pamit dan melukai hati ku ketika aku tau dia pergi dengan wanita lain
hancur hati ku, sekarang dia datang kemballi untuk menebus semua kesalahnnya
kepada ku, setelah 2 bulan lamanya aku menjalani hubungan dengannyadia mengikat
ku dengan menawarkan diri ku untuk menjadi istrinya aku sangat terpuruk hingga
aku meminta bantuan allah agar aku tidak salah pilih kembali karna sudah cukup
sekali aku bertemu dengan laki – laki berhidung belang, aku meminta waktu
kepadanya untuk sabar menanti ku hingga aku siap untuk berumah tangga
dengannya, 6 bulan lamanya aku mengabrkanya untuk siap menjadi pendamping
hidupnya dan aku siap menghabiskan sisa waktu hidup ku hanya bersamnya aku juga
siap akan masalhnya adalah masalah ku juga aku siap dengan semua aturan –
aturan yang dia buat kepada ku sebagai istrinya, tepat tanggal 31 desember 2018
aku menikah dengannya, aku menikah hanya dengan sederhana tidak memwah asal aku
dan dia bahagia aku menikah di depan ke dua orang tua ku, ke dua orng tuanya
pak penghulu dan saksi hingga pernikahan kami di sebut SAH, pernikahan yang
tidak pernah aku impikan menjadi kenyataan rumah tangga ke- 2 ku di mulai
dengan pagi itu, aku sangat menghormati suami ku dan suami ku juga sangat
menghargai semua yang ku lakukan untuknya aku selalu menurut apa yang dia
katakana aku selalu ingin menjadi istri yang sempurna untuknya dan mendapatkan
surge allah oleh tuntunanya, memang dia bukan laki – laki baik seperti nabi
atau malikat tapi yang aku kepa tau dia sangat sayang kepada ku dan anak ku.Copied : My Istri Isni Suryani Pahlevi
0 komentar
Posting Komentar